Jumat, 30 Mei 2014

CARA MEMBANGUN SYSTEM TATA SUARA SURROUND ANALOG DENGAN IC OP-AM




System tata suara surround adalah sebuah system tata suara dalam perangkat audio yang mencitrakan suara dalam bentuk 3 Dimensi. Dalam arti ketika memutar  sebuah film dengan perangkat DVD stereo dan meggunakan system perangkat audio surround suara yang dihasilkan akan terasa seperti suara yang real atau nyata, sipendengar  serasa terbawa dalam aksi film tersebut entah itu aksi baku-tembak, aksi berdialog penuh bercampur dengan rentetan music yang penuh menjadikan Pendengaran kiri-kanan, depan dan belakang tidak menjadi kesan kosong.


Mungkin inilah konsep nyatanya; menghilangkan space kekosongan itu dalam ruang  theater komersil yang luas dan padat penonton, sipenonton dalam bangku paling belakangpun harus sama mendengarkan suara yang sama dengan penonton yang duduk dibangku  paling depan atau tengah  dan mendapatkan suara stereo yang sama pula. Dan untuk mengisi space kosong itu maka digunakan system tata suara surround ( suara yang mengelilingi ), untuk dapat mencitrakan suara surround harus menggunakan perangkat yang dikenal dengan nama DECODER. Decoder  atau penyandian ( system silang-pengurangan dan penjumlah ) bisa juga menyebutnya matriks dalam arti kosong tapi berisi istilahnya seperti hantu  tidak terlihat  tapi ada atau menciptakan pembalikan suara ( cloning ), klisenya seperti itulah bila membuat decoder 2 kanal suara menjadi 6 kanal suara.


Dalam artikel ini akan membahas sedikit mengenai pembuatan decoder analog menggunakan beberapa ic op-am, dan menurut saya tidak ada ruginya untuk mencoba karena ketika sudah tweak benar system decoder analog ini akan serupa dengan system prologic 1. Hal pertama yang harus paling diperhatikan adalah stereo yang nyata, suara yang jernih untuk speaker depan ( front ) karena peranan speaker depan ( front ) mempunyai tanggung jawab untuk menghasilkan begitu banyak  jenis suara dengan rentang frekuensi yang berbeda maka buatlah rancanga kotak speaker dengan system 3 way; woofer, mid dan treble. Selain itu peranan untuk center ( speaker pusat ) dan subwoofer juga teramat penting untuk perpaduan suara dalam system surround, center ( speaker pusat ) berikan kualitas yang sama dengan front speaker meskipun center (speaker pusat ) ini bertugas mencitrakan dialog yang penuh, dan pada subwoofer cobalah untuk membuatnya tidak menghasilkan suara yang NGEJEDUK ( suara terpusat satu arah ) tetapi  lebih mencitrakan suara yang sedikit mendem dengan rentang frekuensi yang melebar atau mengisi seluruh ruangan dan harga yang pantas untuk rentang frekuensinya ada antara 75 KHZ kebawah, ini akan menjadikan kesan subwoofer speaker serasa tidak mengeluarkan suara dan ketika berada duduk untuk menonton film atau mendengarkan music , meskipun posisi duduk dibelakang, samping, pojok tidak terkesan pusat suara bass berada pada pengaturan peletakan subwoofer  kiri depan, tengah atau kanan depan. 


Lihatlah gambar 1 untuk skema decoder.


 filter ; center speaker, front speaker dan subwoofer, saya menggunakan filter-filter mungkin sama dengan  gambar  filter yang sudah ada; hanya pada subwoofer saya mendesain sendiri untuk kotaknya dan penambahan volume control aktif  pada filter subwoofer.


Dan pada bagian surround, menggunakan system yang sama pula yaitu pengurangan Hafler matriks R-L ( tetapi saya menggunakan ic tl 072 untuk R-L ) dan penambahan pada filter 7 khz dalam rangkaian. Untuk delay systemnya saya menggunakan IC delay pada perangkat echo mic yaitu PT2399 dan penambahan rangkaian filter noise menggunakan IC DNR lm 1894, ic ini untuk menekan rentang noise yang dihasilkan rangkain pengurangan R-L , rangkain filter 7khz  dan PT2399. 


Sampel yang sudah dibuat;

gambar 2 sample filter main dan centre
 

filter center dan main speaker


gambar 3 sample filter subwoofer


isi complit subwoofer
volume aktif
filter subwoofer
power subwoofer menggunakan LM1875
gambar di atas adalah isi dari subwoofer, saya menggunakan trafo 5 amp kecil dengan elco PSU 10.000mikro 50 V dan power menggunakan power LM 1875 dan speaker menggunakan speaker Leagcy 6 in :

tampilan subwoofer
pengetesan menggunakan filter center dan main speaker berikut aktif subwoofer :

tes suara dengan film THOR 2
Tes aktif sub



















main speaker menggunakan speaker Aiwa bekas tape dan menggunakan power LM 1875 sama dengan power sub dan untuk centre speaker menggunakan speaker computer kecil. untuk suara mungkin sudah tak di sangkal dengan kejernihan LM1875 dan untuk filter main dan centre speaker cocok bila memutar film, filter center pas berkolaborasi dengan main filter. dan untuk subwoofer pantastis derapan bass terasa pas seperti yang saya inginkan perambatan suaranya dapet, mungkin karena desain box yang memanjang ke belakang senganja didesain seperti itu untuk mencitrakan klise mendem agar derap bass yang rendahpun dapat terrepro dengan baik dan untuk filter subwoofer saya menggunakan filter seperti gambar shematic di atas.

hanya tinggal pengetesan dan desain untuk speaker belakang mungkin di uplod kedepannya

Kamis, 13 Maret 2014

POWER MINI LM 1875, TDA 2030 /2050



Ada begitu banyak contoh sebuah power amplifier sederhana dan dapat dimanfaatkan sebagai speaker belakang ( surround ) dan pusat speaker  ( center speaker ) umpan  saluran untuk system  surround - sound , system Hi-Fi Stereo dan lain-lain. Atau bagi mereka yang ingin membangun sebuah ' Gainclone ' untuk  penguat mereka sendiri , project ini memberikan pekerjaan untuk itu semua.


Proyek ini ( tidak seperti kebanyakan yang lainnya, tetapi dalam nada yang sama untuk  sebuah Proyek  ) didasarkan hampir secara langsung dengan menggunakan sirkuit aplikasi khas dari National Semiconductor lembar spesifikasi data sheatnya. Dalam proyek ini anda juga dapat menggunakan TDA2050 (dari SGS - Thompson ) , yang memiliki kinerja identik sama. Amplifier ini juga sangat sederhana dan mudah untuk dibangun - jika Anda memiliki sebuah  PCB  Veroboard ( PCB bolong-bolong ) IC ini dapat dibangun diatasnya dengan menyambungkan kawat ke kawat, tetapi mungkin hasilnya tidak bisa ditebak .

Dalam proyek ini saya membangun mereka sebagai perangkat mini Home Theater dirumah. Subwoofer  6inc menggunakan TDA 2050, Main TDA 2050, Center dan Surround menggunakan TDA 2030, hasilnya mereka bekerja dengan baik, untuk subwoofer bass terasa begitu bulat-halus, main,center dan surround begitu bersih. Meski ic ini hanya menghasilkan 20-maksimum 25 Watt perchanel. Memang pada proyek amplifier Gainclone Rakitan yang paling popular adalah LM 3886 dan LM 3875 karena mungkin IC ini memberikan daya watt yang lebih besar ketibang LM 1875 atau TDA 2050. Namun bila anda mungkin lebih mementingkan dalam segi kualitas suara maka LM 1875 nampaknya lebih unggul karena memiliki distorsi sangat rendah yang akan menghasilkan suara bening, jernih "fast slew rate and a wide power bandwidth". Disarankan bila anda ingin membangun amplifier berkualitas bagus  untuk ruang kamar kecil anda atau ruang tamu minimalis anda chip LM 1875 yang mungkin akan menjadi referensi anda.  


Dan untuk amplifier ini Heatsink harus besar dan cukuplah….dan saran Jangan mengoperasikan IC ini tanpa heatsink , bahkan tanpa beban terhubung . Disipasi diam akan menyebabkan mereka menjadi terlalu panas sangat cepat , dan dapat merusak sirkuit internal.


Output daya dinilai pada 20W per channel , tetapi dengan sinyal musik Anda mungkin akan bisa mendapatkan daya puncak sekitar 25W menjadi beban 8 ohm . Lihat lembar data sheatnya ( cari digoogle ) untuk spesifikasi lengkap pada IC.  

 Saya juga menyediakan KIT dalam proyek ini :

 Harga Lihat Price List


Power Tuk Main
Power tuk center
power tuk Surround
power tuk Subwoofer